Студопедия
Случайная страница | ТОМ-1 | ТОМ-2 | ТОМ-3
АрхитектураБиологияГеографияДругоеИностранные языки
ИнформатикаИсторияКультураЛитератураМатематика
МедицинаМеханикаОбразованиеОхрана трудаПедагогика
ПолитикаПравоПрограммированиеПсихологияРелигия
СоциологияСпортСтроительствоФизикаФилософия
ФинансыХимияЭкологияЭкономикаЭлектроника

KYUHYUN’S POV

Kyuhyun’s POV | KYUHYUN’S POV | KYUHYUN’S POV | KYUHYUN’S POV | KYUHYUN’S POV | KYUHYUN’S POV | KYUHYUN’S POV | KYUHYUN’S POV | KYUHYUN’S POV | KYUHYUN’S POV |


Читайте также:
  1. KYUHYUN’S POV
  2. KYUHYUN’S POV
  3. KYUHYUN’S POV
  4. KYUHYUN’S POV
  5. KYUHYUN’S POV
  6. KYUHYUN’S POV
  7. KYUHYUN’S POV

“Kami bukan vampire, Hye-Na~a. kulit kami tidak pucat. Wajah kami tidak semenawan mereka. Bukannya sombong, tapi kami berdua adalah yang paling rupawan di kaum kami. Yang lainnya tidak jauh beda dengan kalian manusia. Hanya kami berdua yang mencolok.”

Dia menatapku.

“Lalu apa kau sebenarnya?” tanyanya.

“Kami curare.”

Dan seperti yang sudah kutebak, dia tidak memberikan reaksi apa-apa. Belum.

Lalu aku menceritakan semuanya. Sedetail mungkin agar dia bisa mengerti. Dan sepertinya dia benar-benar mengerti. Tapi tetap saja aku cemas menantikan reaksinya.

“Curare? Sepertinya kalian ganas sekali. Aku tidak bisa membayangkan kau membunuh orang, Ji-Yoo~a!”

“Oh, kau tidak tahu saja!” seru Ji-Yoo.

Dan Hye-Na kembali menatapku.

“Kau tinggal menemukan jantung, kan? Apakah kau sudah menemukannya?” tanyanya penasaran.

Aku mengangguk pelan sambil menatapnya lekat. Dan aku melihat pemahaman melintas di wajahnya.

“Aku the sweetest rose -mu?” tanyanya pelan.

Aku hanya menatapnya, sama sekali tidak mengangguk. Tapi dia mengerti.

“Aku pikir curare tidak mengajak calon korbannya bicara.”

“Sebelumnya korbannya laki-laki semua dan tiba-tiba saja organ vital terakhir yang dibutuhkannya milik seorang perempuan. Tentu saja dia kaget. Baumu benar-benar menyengat untuknya,” jelas Ji-Yoo.

“Tapi tetap saja seharusnya dia tidak mendekatiku!” protesnya.

“Sialnya Hye-Na, kau adalah mukjizat pribadiku.”

***

HYE-NA’S POV

“Sialnya Hye-na, kau adalah mukjizat pribadiku!”

Cukup! Aku sudah cukup gila hari ini! Mungkin kedua makhluk ini sudah sinting! Aku bisa saja menolak pengakuan mereka. Mana ada makhluk bernama curare di atas dunia ini? Yang benar saja! Otak mereka berdua pasti sudah kacau!

“Sinting!” umpatku.

Dan tanpa pikir panjang aku bergegas meninggalkan mereka berdua, menolak berbicara bahkan menatap mereka di kelas. Aku bahkan langsung melesat keluar kelas saat bel pulang berbunyi dan menaiki bus yang penuh sesak dengan manusia sambil mendesah lega karena telah terbebas dari mereka berdua.

Tapi sial! Aku tidak bisa untuk tidak mempercayai mereka saat hal ini terjadi!

“Hye-Na,” gumam Ji-Yoo. Dia sedang duduk di atas kasurku saat aku membuka pintu kamar. Bagaimana mungkin dia sampai duluan di rumahku padahal aku tak pernah menyebutkan alamat rumahku kepada siapapun di sekolah? Dan sekarang dia malah sudah berada di kamarku, menduduki kasurku seolah-olah berada di rumah sendiri! Untung saja makhluk tampan itu tidak ada disini!

“Kyuhyun tidak akan masuk ke kamar seorang gadis kalau mereka tidak mengizinkannya,” ujar Ji-yoo seakan-akan bisa membaca pikiranku.

“Kau tidak bisa membaca pikiran, kan?” selidikku.

“Maunya sih iya, tapi sayangnya tidak.”

Aku melempar tasku ke sudut dan berkacak pinggang menatapnya.

“Bagaimana kau bisa ada disini?”

“Aku tinggal memikirkan bahwa aku ingin berada di kamarmu dan tara… sedetik kemudian aku sampai. Kyuhyun kan sudah menceritakan kemampuan kami.”

“Aku lupa!” jawabku tak acuh. “jadi, apakah kau mau memberitahuku kenapa kau ada disini?”

Ji-Yoo menatapku aneh.

“Kalau aku jadi kau,” ucapnya pelan. “Aku akan meleleh mendengar semua ucapan Kyuhyun.”

“Yah, aku beruntung tidak langsung mati di tempat saat dia mengatakan bahwa aku adalah the sweetest rose -nya!” teriakku.

“Hye-Na, kau tahu tidak apa yang dinamakan dengan takdir? Bukan salahnya kalau ternyata kaulah orang yang memiliki organ vital yang dibutuhkannya. Tapi… aku bisa mengerti kalau kau tidak mau menjadi seperti kami.”

Aku masih menatapnya tanpa memperlihatkan ekspresi apapun.

“Aku mohon, Hye-Na~a!”

“Apa?”

“Dia serba salah sekarang. Dia harus membunuhmu, tapi di sisi lain dia juga tak rela menyakitimu sehelai rambut pun.”

“Kenapa?” tuntutku.

“Oh, bukankah sudah sangat jelas?” erang Ji-yoo.

“Apanya?” tanyaku tolol.

Ji-Yoo menatapku seolah-olah aku adalah orang paling idiot sedunia.

“Demi Tuhan, dia mencintaimu! Masa kau tidak tahu?”

Aku menatap Ji-Yoo tak percaya.

“Huh, yang benar saja!”

“Oh, mungkin menurutmu aneh, tapi saat mendapati bahwa kau adalah orang yang memiliki organ vitalnya yang terakhir, dia benar-benar terguncang. Dia tidak pernah berminat mendekati gadis manapun sebetulnya.”

“Lalu kenapa dia tertarik padaku?”

“Karena kau adalah gadis yang mau tidak mau harus didekatinya. Mungkin karena baumu benar-benar menyengat di hidungnya. Korban sebelumnya hanya laki-laki yang baunya memang harum tapi tak seharum manusia yang berlawanan jenis dengannya. Dia jadi tertarik. Intinya adalah karena kau satu-satunya gadis yang benar-benar dilihatnya.”

“Hmmmmfh… sebenarnya Kyuhyun tidak tahu aku kesini. Tapi aku harus.”

“Wae?” tanyaku heran.

“Karena aku mencintainya. Dulu. Seperti gadis lain, aku juga terpukau dengan ketampanannya. Heran kenapa dia tidak bisa menyukaiku, padahal aku pikir aku sudah cukup cantik. Tapi lama-lama tidak lagi. Dia memang bersikap dingin kepada semua gadis. Yah, setidaknya aku bisa menjadi sahabatnya.” Ji-yoo menarik nafas.

“Yang ada di otaknya hanyalah secepat mungkin menjadi manusia. Dia yang paling hebat di antara kami. Bayangkan, 9 organ vital hanya dalam waktu 7 tahun! Dia benar-benar seperti orang gila mencari jantungnya. Dan saat dia menemukannya….” Ji-yoo diam sesaat. “Kau tahu lanjutannya. Waktunya tinggal 4 bulan lagi. Tepat di ulang tahunmu yang ke-17. Sebenarnya….”

“Apa?”

“Dia memilih mati. Kau tahu, kematian sangat menakutkan bagi kami. Tapi dia… yah aku tidak keberatan kalau harus memakannya.” Ji-yoo bergidik. “Aku tidak menyalahkanmu. Kau pasti tidak mau menjadi monster. Yah, siapa yang mau? Tapi tolonglah… saat kau menjadi curare, aku masih harus menemukan 5 organ vital lagi. Aku akan membantumu bertahan,” pinta Ji-Yoo dengan tatapan memohon.

“Pikirkan baik-baik, Hye-Na.”

***

Aku berguling kesana kemari di atas tempat tidurku. Lagi-lagi aku tidak bisa tidur.

Apakah aku mencintainya? Tapi untuk alasan apa? Masa hanya karena dia namja tertampan yang pernah aku lihat sepanjang umurku? Yang benar saja! Klise sekali alasanku!

Aku harus menemukan alasan yang cukup waras agar aku bisa menyerahkan hidupku untuknya.

Karena dia bisa membuatku tertawa mungkin? Huh, benar-benar menyebalkan!

***


Дата добавления: 2015-11-14; просмотров: 45 | Нарушение авторских прав


<== предыдущая страница | следующая страница ==>
KYUHYUN’S POV| KYUHYUN’S POV

mybiblioteka.su - 2015-2024 год. (0.012 сек.)